Retrospeksi: Ulasan Star Wars Battlefront II, 9 Tahun Setelah Debut

2/4 = Layak Main

Star Wars Battlefront II (2017) merupakan produk baru memalukan yang tidak bisa melampaui pengalaman yang disajikan produk-produk lama selain dari segi visual. Jika kamu mudah terkesan dengan bunyi-bunyian dan kilatan-kilatan menyolok, mungkin gim ini cocok buatmu.

Spesifikasi Ulasan

Rilis:
17 November 2017
Platform:
PS4, Xbox One, PC (Steam)
Ukuran Instalasi:
55.7 GB (PC)
Kooperatif:
Ya
PVP:
Ya
  • Harga: Rp479.000 Rp119.750 (Steam)
  • Waktu permainan: 8 jam
  • GPU: AMD RX7600XT 16GB
  • CPU: AMD Ryzen 7 5700X3D 8-Core
  • RAM: 16 GB

Ulasan Star Wars Battlefront II

Tiap sekitar tanggal 4 Mei, gim-gim Star Wars diobral besar-besaran untuk sebagai bagian dari perayaan ‘May The 4th Be With You.’ Melihat Star Wars Battlefront II keluaran DICE dan EA cuma 120 ribu Rupiah dan mengingat sudah lama saya tidak main gim Shooter yang ‘menenangkan’ (titik menyenangkan Darktide agak bikin stres), saya pun memutuskan merogoh kocek untuk memainkannya. Sayangnya,

Bisa dibilang saya tidak merasa gondok terhadap produk satu ini; saya hanya menganggapnya bodoh. Saya rasa tidak ada seorang pun yang perlu menghabiskan banyak uang untuk gim ini kecuali kamu adalah seorang fanboy Star Wars gila-gilaan yang bisa menolerir hal dengan kualitas setara The Last Skywalker.

Catatan: Kalau kamu membeli Celebration Edition, sistem Credits menjadi sama sekali tidak berguna karena semua kosmetik sudah langsung terbuka — kecuali beberapa hal yang terkait dengan Campaign Mode dan bonus prapesan. Jadi jangan kaget kalau Crate yang kamu dapat tidak memberikan apa-apa.

Hal pertama yang jelas perlu kita singgung adalah visualnya yang cantik. Tidak mengherankan kalau tim DICE bisa menyajikan presentasi semacam ini, yang juga berjalan dengan apik di PC berspesifikasi menengah baru. Saya bisa menyentuh 200 FPS sebelum akhirnya V-Sync diaktifkan karena monitor LG saya cuma mencapai 60Hz. Dari segi gameplay terbilang cukup; hitmarker responsif, sistem overheat dan Reinforcement Point ‘memaksa’ permainan yang agresif, perlu sedikit strategi untuk memainkan Hero pemakai Lightsaber supaya tidak mati konyol. Saya (sudah) tidak ada masalah dengan basis gameplay-nya.

Screenshot Star Wars Battlefront II 2017 EA
Bisa dibilang, gim ini hanya bisa dimainkan untuk Cooperative Mode saja

Namun masalah terbesarnya jatuh di kondisi PVP saat ini dan betapa menghinanya Campaign Mode.

PVP terbilang kacau dan tidak seimbang, berkat sistem Ability Card. Walau kamu hanya bisa mengaktifkan 3 Card dan sebagian mengubah cara bermain, seperti menukar granat dengan pelontar roket, keefektifitasan mereka semua bisa ditingkatkan dari grinding level. Jelas, siapapun yang sudah bermain jauh lebih lama akan lebih mudah mendominasi pendatang dengan nyawa yang lebih tebal dan cooldown Ability yang lebih cepat — apalagi kalau mereka memainkan Hero. Selain itu, sepertinya di titik ini server-server PVP sudah terbilang ‘mati,’ karena sekalinya saya berhasil masuk Supremacy (setelah menghabiskan waktu sekitar 2 menit mencari server), saya masuk ke dalam room yang masih mencari 18 pemain lagi sebelum pertandingan dimulai. Selang lewat hampir 8 menit jumlah pemain yang dibutuhkan tidak berkurang juga, saya memutuskan cabut. Keberadaan server browser akan sangat berguna di saat seperti ini.

Amat disayangkan mengingat 2/3 mode permainan ‘terkunci’ dalam mode PVP — Galactic Assault, Strike, Ewok Hunt, Starfighter Assault. Bahkan ternyata ada mode mirip Capture the Flag bernama Jetpack Cargo yang sudah tidak bisa diakses dengan cara normal lagi! Bukan cuma tidak menyajikan misi pesawat luar angkasa, mode PVE Cooperative pun entah mengapa harus mengikuti tren gim kooperatif zaman sekarang yang membatasi maksimal 4 pemain sekaligus saja.

Namun yang menjerumuskan nilai (baik skor ulasan maupun ‘nilai’ produk ini sendiri) gim ini adalah Campaign Mode-nya. Kamu bisa saja bilang, “Yah, Campaign/Story di gim kayak gini mah sekadar tempelan aja.” Tapi di situ lah masalahnya; terlihat ada upaya lebih untuk membuatnya tidak terasa seperti tambahan saja. Tapi hasilnya malah membuat saya merasa tersinggung, baik dari sisi naratif maupun perannya sebagai ‘tutorial’ yang membantu pemain mempelajari keseluruhan gameplay.

Secara cerita, Main Story yang mengajak kita memainkan Iden Versio, pemimpin pasukan khusus Inferno Squad, menggunakan cara-cara receh untuk membuatmu membenci Empire. Mission 5: The Storm dibuka dengan para antagonis melakukan hal yang sama sekali tidak masuk akal hanya untuk memancing emosimu.

Screenshot Star Wars Battlefront II 2017 EA
1/2 perjalanan Campaign Mode diisi dengan physics glitch seperti ini

Padahal di Battlefront II keluaran Pandemic dan Lucasarts, kita dari awal diajak menjadi bagian dari pasukan Clone Trooper 501st — pasukan yang bertempur demi Galactic Republic, membantai para Jedi, dan melawan para Rebel. Hanya dengan narasi singkat di antara loading screen kita diajak memahami kegalauan mereka membelot dari teman-teman seperjuangan sepanjang Clone Wars, tapi kita juga bisa membenci mereka karenanya. Atau kalau dari awal mau pindah-pindah sudut pandang, kenapa nggak meniru Campaign Mode-nya Battlefront I (2004) saja? Di tiap misi, kita hanya memainkan pihak yang menang, jadi jelas kita akan mendapatkan perspektif dari semua pihak. Daripada menggoda kita untuk menjelajahi seperti apa sisi pasukan jahat tapi malah nggak niat.

Sementara itu, dari segi gameplay, memainkan Iden Versio sebagai unit spesial hampir tidak mengajarimu sebagian besar gameplay dasar gim ini sendiri. Beberapa mekanisme, seperti mengganti senjata dan Ability di lapangan maupun menggunakan Droid Dio untuk meretas titik-titik tertentu pun menjadi tidak relevan di luar Campaign. Belum lagi jarang sekali ada misi Campaign dengan skenario pertempuran besar — inti dari Battlefront itu sendiri — dan malah menyajikan banyak sekali segmen buang-buang waktu yang tidak penting seperti stealth dan momen walk-and-talk.

Memainkan Star Wars Battlefront II (2017) cukup membuat frustrasi karena saya tidak ingin membenci gim ini, tapi saya, dengan pertimbangan masak, kurang bisa merekomendasikannya lantaran kamu akan perlu mengumpulkan belasan orang dari Discord hanya agar bisa menikmati keseluruhan gimnya.

https://i0.wp.com/stoplayingame.com/wp-content/uploads/2026/05/battlefrontii-retrospeksi-01.jpg?fit=1024%2C576&ssl=1https://i0.wp.com/stoplayingame.com/wp-content/uploads/2026/05/battlefrontii-retrospeksi-01.jpg?resize=150%2C150&ssl=1Unit076MicrosoftPCSonyUlasanDICE,Electronic Arts,Epic Games,PS4,Steam,Xbox One2/4 = Layak Main Star Wars Battlefront II (2017) merupakan produk baru memalukan yang tidak bisa melampaui pengalaman yang disajikan produk-produk lama selain dari segi visual. Jika kamu mudah terkesan dengan bunyi-bunyian dan kilatan-kilatan menyolok, mungkin gim ini cocok buatmu. Spesifikasi Ulasan Rilis:17 November 2017Platform:PS4, Xbox One, PC (Steam)Ukuran Instalasi:55.7...and get a life!