• Latar belakang singkat gim mobile Abyss Front/Deep Sea Front/Dark Boom/Kuroshio: Deep Sea Awakening/Dark Tide: Deep Sea Awakening/Black Surgenight.
  • Kenapa Abyss Front tidak rilis-rilis.

Kisah di Balik Gacha: Abyss Front header

Setelah Aozora no Xipuria, melanjutkan tema pembahasan gim Tiongkok (yang saya temukan di board VideoGames/Mobile 4chan), kali ini kita coba intip kejadian di belakang layar gim Abyss Front alias Dark Boom atau Kuroshio: Deep Sea Awakening atau Black Surgenight. Gim gacha macam apa itu dan seperti apa kisahnya?

Latar Belakang Abyss Front

Game gacha yang mengusung karakter anthropomorphism — alias memanusiakan hewan atau benda mati — memang sudah banyak. Sebut saja Food Fantasy, Girls’ Frontline, Arknights, Uma Musume, Touken Ranbu, dan lain-lain. Tapi benda yang paling terkenal sebagai subjek dan memulai ledakan tren gim anthro bisa dibilang adalah kapal perang. Buktinya? Dari satu judul rilisan 2013 Kantai Collection saja bisa lahir empat “plagiat” berbeda: Azur Lane, Blue Oath, Abyss Horizon, dan Warship Girls R.

Meski begitu, tren kapal perang tampaknya memudar di tahun 2020-an dan developer gim mobile alih-alih mulai mengejar tiruan Fate/Grand Order dan Princess Connect. Akan tetapi, Bilibili, YouTube-nya Tiongkok, bersama Komoe Games masih kukuh untuk menggarap gim gacha bertema kapal perang lainnya menjelang akhir tahun 2019, yang dipanggil sebagai Code: D kemudian dinamai menjadi Abyss Front/Deep Sea Front (深海戰線).

Kisah di Balik Gacha: Abyss Front

Tidak mengherankan kalau KomoeGame sangat mengandalkan proyek ini. Karena bertolak belakang dari judul gacha kapal perang biasa, di sini kita tidak memimpin armada kapal perang — melainkan sosok “monster musuh” alias macam Abyssal-nya Kantai Collection. Di Abyss Front diceritakan kalau “Abyssal” mereka terlahir dari mesin perang Doll yang bermutasi dan mendapatkan kesadaran. Takut kesadaran para Doll ini akan menimbulkan masalah, mereka kemudian justru diburu oleh pemerintahan dunia yang dipimpin oleh empat faksi bertema Inggris (Rose Empire), Jerman (Black Blade), Amerika Serikat (Silver Wing Foundation), dan Jepang (神, kami). Sebagai komandan “pembelot” pun kamu bertugas melindungi Doll-Doll yang mengasingkan diri ke perbatasan laut yang dinamai “Kuroshio” alias Dark Tide atau Gelombang Gelap.

Mungkin dari tema unik ini KomoeGame merasa mampu bersaing dengan judul-judul kapal lain. Pertama, yang jelas Abyss Front memberikan sudut pandang yang berbeda dan baru dari gim gacha kapal lainnya, terutama mengingat sosok Abyssal di Kantai Collection juga masih diselimuti misteri. Kedua, tema ini tampaknya menggaet orang-orang yang memiliki fetish atau minat pada cerita-cerita corruption/mindbreak; merusak pikiran para “gadis (kapal) biasa” dan membawa mereka ke sisi gelap.

Masalah yang Terjadi di Balik Abyss Front

Anehnya, Bilibili melancarkan strategi yang di luar nalar saat membuka beta test untuk Abyss Front.

Beta test pertama dibuka khusus untuk wilayah Singapura dan Malaysia saja pada Oktober 2019. Oke, beta test khusus Asia Tenggara bukan hal yang aneh dan suka dilakukan berbagai developer. Bahkan Battlefield Mobile juga melakukannya. Anehnya, uji coba server ini hanya diadakan dengan bahasa Mandarin tanpa bahasa Inggris, membatasi jumlah pemain yang bisa memainkannya. Pemain dari Tiongkok bisa main tapi nggak bisa mengaksesnya, sementara sebagian besar pemain Malaysia-Singapura yang bisa mengakses beta malah tetap tidak bisa main.

Setelah percobaan pertama, permintaan beta region Tiongkok terus menumpuk dan Bilibili mengumumkan mereka akan membukanya di awal Juli 2020. Tapi sekali lagi keanehan menerpa para gamer — mereka yang sudah melakukan pra-registrasi entah mengapa justru tidak bisa masuk ke dalam beta test!

Ternyata oh ternyata, pihak KomoeGame memang membatasi jumlah pengguna beta test jadi maksimal hanya sebanyak 5.000 pemain. Parahnya lagi, menurut kabar burung KomoeGame bahkan menjual “kursi tambahan” uji coba di situs lelang, yang harganya sempat mencapai lebih dari RMB2.000 (Rp4,4 juta).

[image id=”abyss-front-02.jpg”]

Kemudian beta test terakhir diadakan di Taiwan pada awal September 2020, tapi entah mengapa hanya 9 hari berlalu mendadak test-nya ditutup. Dari tiga tes mencurigakan ini, sejumlah pemain yang berhasil mencobanya mengaku mereka menyadari empat hal paling mengecewakan dari gim tersebut:

  1. Cerita yang kelewat dark dan edgy, bahkan melebihi Girls’ Frontline.
  2. Tampilan antarmuka dan menunya sama persis dengan Arknights.
  3. Sistem leveling dan menu karakter sama persis dengan gim gacha Final Gear, yang baru saja rilis enam bulan sebelum beta test Abyss Front DAN merupakan buatan KomoeGame pula.
  4. Dan yang paling mengecewakan, gameplay dan animasi karakter yang sama persis dengan Princess Connect.

Sesederhana-sederhananya judul-judul gim mobile bertema kapal perang seperti Kantai Collection dan Azur Lane dibanding game kapal perang betulan macam World of Warships saja masih berusaha memasukkan unsur pertempuran laut seperti pembuatan dan perbaikan kapal. Sementara itu untuk Abyss Front sendiri, kalau tema kapalnya dibuang dan diganti jadi tipe karakter seperti Princess Connect, gameplay-nya pun tidak akan berubah sama sekali. Para pemain pun menjadi takut dan khawatir jika game dirilis dalam keadaan campur-aduk tanpa identitas seperti ini — bagaikan makhluk chimera. Abyss Front pun sempat disebut-sebut sebagai “gim chimera” karena hal itu.

Saat informasi mengenai skandal tes Tiongkok keluar dan semua beta test berhenti diadakan, nilai ulasan Abyss Front di Taptap langsung terjun bebas dari 8.5/10 ke 3/10. Jelas ledakan emosi dan amukan pemain karena rentetan kejadian ini bisa dimaklumi.

Akhirnya dirilis sebagai Kuroshio: Deep Sea Awakening (黑潮:深海覺醒) pada 15 Oktober 2020 untuk wilayah Republik Tiongkok (Taiwan), Makau, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia khusus dalam bahasa Mandarin dan berjalan sampai sekarang, peringkatnya di Taptap perlahan sembuh ke angka 5.2/10 dan 7.7/10 di Bilibili. Versi Jepangnya sendiri kemudian meluncur pada 20 Mei 2021 sebagai Black Surgenight (ブラック・サージナイト). Akan tetapi, hingga detik artikel ini ditulis, belum ada kabar mengenai rilis versi bahasa Inggris, termasuk untuk wilayah Asia Tenggara di luar Singapura dan Malaysia maupun versi global. Mungkinkah suatu hari nanti para Doll akan kembali muncul dari batas laut Kuroshio? Kita lihat saja.

https://i0.wp.com/stoplayingame.com/wp-content/uploads/2021/11/abyss-front-gacha-04.jpg?fit=800%2C800&ssl=1https://i0.wp.com/stoplayingame.com/wp-content/uploads/2021/11/abyss-front-gacha-04.jpg?resize=150%2C150&ssl=1Unit076EditorialMobileAndroid,gachaLatar belakang singkat gim mobile Abyss Front/Deep Sea Front/Dark Boom/Kuroshio: Deep Sea Awakening/Dark Tide: Deep Sea Awakening/Black Surgenight. Kenapa Abyss Front tidak rilis-rilis. Setelah Aozora no Xipuria, melanjutkan tema pembahasan gim Tiongkok (yang saya temukan di board VideoGames/Mobile 4chan), kali ini kita coba intip kejadian di belakang layar gim Abyss...and get a life!