Aspek regional pricing / harga regional Steam memang jarang dibahas (bukan ‘nggak ada’, ya) media-media gim luar negeri, tapi jelas merupakan pendukung perkembangan Steam sebagai toko digital di wilayah-wilayah luar Amerika Serikat. Terutama pasar pembajak macam Rusia dan Indonesia. Sudah banyak gamer yang sadar, “Kenapa mesti bajak kalau beli juga nggak mahal-mahal amat?”.

Sayangnya di sisi lain masih banyak developer yang kurang memanfaatkan konversi harga per wilayah untuk menggaet swing buyer *uhuk*KOEITECMO*uhuk*. Lucunya, dari semua developer dan/atau penerbit yang dikenal ‘ramah gamer‘ justru Microsoft dan tim Xbox Game Studiosnya lah yang gila-gilaan mengatur harga regional gim mereka.

Tidak percaya? Data tidak berbohong.

30% Price Differences? In My Steam? It’s More Likely Than You Think

header microsoft steam regional

Sederhananya, cukup buka halaman penerbit Xbox Game Studios di Steam. Lihat harga-harganya yang bahkan tidak menyentuh Rp300.000:

  • Halo: The Master Chief Collection: Rp169.999 (satuannya 69.000);
  • Age of Empires II: Definitive Edition: Rp265.000;
  • Gears of War 5: Rp249.999;
  • Age of Empires: Definitive Edition: Rp265.000;
  • Sunset Overdrive: Rp140.000;
  • Disneyland Adventures: Rp108.999;
  • ReCore: Definitive Edition: Rp108.999;
  • dan seterusnya.

Lebih sederhana lagi, cek SteamDB. Bandingkan dengan harga asli USD-nya.

Buat beberapa judul gim di kisaran harga $30 ke bawah seperti Quantum Break, Fable, Age of Mythology, atau Sunset Overdrive perbedaan harganya memang tidak signifikan. Tapi jelas terlihat kalau konversinya bukan sekadar [harga USD] x [kurs beli].

Sebagai contoh, kita ambil tanggal kurs beli 15 November 2019 ini sekaligus harga pre-purchase Halo: The Master Chief Collection yang baru saja dikeluarkan pasca acara X019 tadi pagi.

  • 39,99 x 13.998,66 = 559.806,4134.

Kalau mengikuti ‘konversi normal’ maka seharusnya Halo: The Master Chief Collection dijual sekitar Rp559.999. Nyatanya tidak, tuh. Beda konversinya sampai 30%.

microsoft steam regional

Lalu Bagaimana Keadaannya di Windows Store?

header microsoft steam regional

Ini ‘penemuan’ yang luar biasa mengherankan, karena sampai sekarang harga regional Windows Store sendiri justru nyaris tidak diindahkan sama sekali. Sudah mendukung Rupiah sejak cukup lama, iya, tapi harganya masih konversi sekenanya. Kita ambil 2 contoh gim terpopuler dan terbaru:

Anehnya, perbedaan harga ini ternyata juga tidak konsisten. Age of Empires II: Definitive Edition dibanderol dengan harga yang sama antara 2 toko digital:

microsoft steam regional

Entah apa jawabannya kenapa Xbox Game Studios — dan secara tidak langsung, Microsoft — tidak sepenuhnya menyamakan harga regional Steam dengan Windows Store yang notabene langsung mereka kontrol. Pengguna (terutama kalangan gamer) Steam jelas lebih besar dari Windows Store, tapi mengingat Valve juga mengambil potongan 30% dari tiap pembelian, tentunya bisa mengkonversi pengguna merupakan langkah yang seharusnya mereka ambil.

Ditambah melihat Steam yang makin penuh noise, saya sih rela-rela saja pindah toko; mau Epic, Windows Store, Humble Store, GOG.com… yang penting harganya masuk akal di dompet penduduk Asia Tenggara.

http://stoplayingame.com/wp-content/uploads/2019/11/microsoft-steam-03.jpghttp://stoplayingame.com/wp-content/uploads/2019/11/microsoft-steam-03.jpgUnit076EditorialMicrosoftPCIndonesia,Microsoft,Steam,Windows StoreAspek regional pricing / harga regional Steam memang jarang dibahas (bukan 'nggak ada', ya) media-media gim luar negeri, tapi jelas merupakan pendukung perkembangan Steam sebagai toko digital di wilayah-wilayah luar Amerika Serikat. Terutama pasar pembajak macam Rusia dan Indonesia. Sudah banyak gamer yang sadar, 'Kenapa mesti bajak kalau beli...and get a life!