Buku The Xbox 360 Uncloaked: The Real Story Behind Microsoft’s Next Generation Video Game Console kurang-lebih menjawab pertanyaan saya selama ini, “Kenapa Microsoft berani terjun ke industri gim dan menghadapi raksasa Sony-Nintendo?” — selain klaim salah satu pencipta DirectX soal niat mereka ‘membom’ pasar Jepang lewat DirectX dan Xbox.

Usai menghabiskan sekitar 4 hari untuk melahap buku ini, jawaban singkatnya menjadi lebih jelas: satu, karena Microsoft utamanya adalah perusahaan perangkat lunak dan mereka jelas melihat perkembangan industri gim serta hiburan rumahan (“menguasai pasar ruang tamu”); dan dua, karena Bill Gates benar-benar ingin Windows ada di semua sudut bangunan di muka bumi.

Sementara itu jawaban panjangnya adalah keseluruhan buku ini.

The Xbox 360 Uncloaked

Dalam tiap bab, secara kronologis (dan kadang secara paralel) The Xbox 360 Uncloaked mengajak kita melihat langsung bagaimana raksasa industri teknologi sebesar Microsoft masih harus pontang-panting saat mengembangkan sebuah ‘mesin mainan anak-anak macam console’, baik dari sisi membina kepercayaan para developer gim, bernegosiasi dengan penyedia perangkat keras yang baperan, menarik minat konsumen yang sempat trauma soal urusan pamer kekuatan mesin, sampai banting-tulang logistik — terutama jika kamu ingin merilis sebuah mesin yang proses produksinya plin-plan secara bersamaan di tiga benua berbeda (yang untungnya tiap blunder bisa sedikit teredam lantaran saingan terbesarmu juga mengalami blunder-nya sendiri).

Berkat hasil puluhan wawancara yang didapat secara detail oleh Dean Takahasi selaku penulis, kita seakan-akan bisa bersimpati pada suka-duka tim Xbox sepanjang perjalanan membangun sampai meluncurkan Xbox 360 ke pasaran alih-alih sekadar melihat mereka sebagai mesin kapitalisme yang hanya ingin mengejar profit dari industri kreatif yang kian berkembang.

Selain itu meski tampaknya The Xbox 360 Uncloaked langsung menyambung dari akhir buku pendahulunya, Opening the Xbox, tiga bab awal merupakan penyegar sejarah-tidak-singkat lahirnya console Xbox orisinal yang efektif.

Walau untungnya buku ini tidak berkutat terlalu dalam soal jargon-jargon teknis jeroan sebuah mesin gaming, sayangnya ketika Takahashi mau tak mau membahasnya, paragraf yang disajikan kurang menggigit perhatian orang awam. Bukan masalah besar buat pecinta komputer tulen, tapi terasa cukup membosankan jika pembaca kurang memahami dunia chip dan microcomputer.

Dilengkapi wawasan soal pengembangan produk yang rasanya sulit ditemukan dalam bentuk yang mudah dicerna dan santai pada cetakan lain, buku setebal 408 halaman ini mampu ‘memanusiakan’ ratusan arsitek brand Xbox yang selama ini mungkin kamu anggap tidak bernama dan berwajah; dari Seamus Blackley sang penggagas proposal proyek Xbox, Ed Fries yang mati-matian menengahi kebutuhan developer pihak ketiga dan petinggi Microsoft, sampai Phil Spencer — semua nama yang muncul di sini merupakan nama-nama yang akan ingin kamu ingat jika mau mendalami industri maupun sejarah dunia gim global.

The Xbox 360 Uncloaked layak menghiasi lemari buku siapapun yang mengaku mencintai industri gim maupun sebagai salah satu langkah awal menyelaminya.

4/4 = Harus Beli

The Xbox 360 Uncloaked menyajikan perjalanan terciptanya Xbox 360 secara manusiawi. Ungkap salah satu sisi sejarah dunia gim lewat buku ini.

The Xbox 360 Uncloaked: The Real Story Behind Microsoft’s Next Generation Video Game Console | Buku – Rp325.055

Tanggal TerbitBahasaHalamanPenulis
30 Mei 2006Inggris408Dean Takahashi
http://stoplayingame.com/wp-content/uploads/2019/09/360uncloaked-01.jpghttp://stoplayingame.com/wp-content/uploads/2019/09/360uncloaked-01.jpgUnit076Reviewbuku,Xbox 360Buku The Xbox 360 Uncloaked: The Real Story Behind Microsoft's Next Generation Video Game Console kurang-lebih menjawab pertanyaan saya selama ini, 'Kenapa Microsoft berani terjun ke industri gim dan menghadapi raksasa Sony-Nintendo?' -- selain klaim salah satu pencipta DirectX soal niat mereka 'membom' pasar Jepang lewat DirectX dan Xbox. Usai...and get a life!