Saat diumumkan bahwa Steven Spielberg akan mengadaptasi novel War Horse karya Michael Morpurgo pada 2010 silam, ada ekspektasi yang sangat tinggi akan film tersebut. Kenapa tidak, sutradara paling influensial dan terkaya di Hollywood akan bertemu dengan novel “Best Seller” yang telah menjadi salah satu kisah klasik anak-anak di Amerika. Ditambah lagi, ini bukan pertama kalinya Steven Spielberg menyutradarai film yang berlatar belakang perang. Serial pendek The Pacific, Saving Private Ryan, hingga Schindler’s List merupakan daftar film bertajuk perang yang disutradarai oleh Mr. Spielberg yang meraih rating tinggi.

Film yang dirilis pada tahun 2011 kemarin ini menceritakan kisah seorang pemuda Inggris yang bertekad untuk menjadi prajurit garis depan dalam Perang Dunia Pertama setelah kuda kesayangannya dijual kepada salah satu panglima perang untuk digunakan sebagai bagian dari pasukan kavaleri pasukan Inggris. Tapi secara tak dinyana, melalui berbagai macam perjalanan yang menggugah hati, sang kuda pun dapat bertemu kembali dengan pemiliknya.

James Irvine, nama yang sebelum film ini masih asing didengar oleh penggemar Hollywood, berhasil menghidupkan emosi pada karakter utama, Albert Narracott. Scene-demi-scene, raut muka dari James Irvine mungkin cukup untuk menceritakan perjuangan yang telah dilaluinya. Selain itu, Celine Buckens berhasil memainkan debut pertamanya dalam industry perfilman Holywood dengan sangat baik. Karakter sampingan yang ceria dan bersemangat menjadi tambahan signifikan dalam film ini yang bisa dibilang agak suram ini. War Horse juga dibintangi oleh Emily Watson, Peter Mullan, Tom Hiddleston, dan Niels Arestrup.

Cinematography merupakan aspek yang paling sempurna dari film ini. Selain itu, Direction, Editing, hingga Art Direction, semuanya dieksekusi dengan sempurna. Walaupun sempurna secara keseluruhan, di 30 menit terakhir dari film ini dapat dirasakan bagaimana setiap detail dari cinematography film ini memberikan efek signifikan dalam scene-scene-nya. Kesempurnaan ini dibayar impas dengan dinominasikannya War Horse dalam kategori “Best Cinematography,” “Best Art Direction,” “Best Sound Editing,” dan beberapa nominasi Oscar lainnya.

Film ini sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga. Kisah menyentuh mengenai penggambaran hubungan persahabatan yang kuat antara seorang lelaki dan kuda kesayangannya, di kehidupan pedesaan pada jaman Perang Dunia Pertama, bisa dibilang setting yang jarang di ekspos. Pertumpahan darah yang biasanya sering ditunjukkan dalam film bertajuk perang, untuk kasus yang satu ini sangat diminimalisir untuk membangkitkan passion dan emosi mendalam bagi penonton, yang pada akhirnya terhubung dengan sempurna pada narasi film ini.