Rheobatrachus silus, atau yang biasa disebut sebagai “gastric-brooding frog” (di negara-negara berbahasa Inggris tentunya) ini adalah spesies kodok yang sangat unik. Sesuai namanya, kodok asal Queensland, Australia ini mengerami telur dengan menggunakan isi perutnya! Dia dapat melakukannya karena telur-telur yang dikeluarkan memiliki selaput prostaglandin, yang ketika ditelan akan membuat kodok tersebut menghentikan produksi asam lambungnya. Membuat perutnya menjadi tempat yang nyaman untuk didiami telur-telur tersebut. Unik ya?

Sayangnya, pada tahun 1983 spesies kodok ini punah dikarenakan berkurangnya habitat alami serta mengalami serangan parasit dan jamur. Tapi yang jelas kisah hidup spesies yang satu ini tidak berhenti disitu saja. Sekelompok ilmuwan berhasil membawa mereka kembali ke dunia ini melalui proyek yang dinamakan “Lazarus Project…”

…bukan Lazarus Project yang ini. Atau yang ini.

Mengambil tempat di University of Newcastle, para ilmuwan tersebut menggunakan teknik kloning yang disebut “somatic-cell nuclear transfer” (SCNT), untuk membuat embrio spesies kodok tersebut dengan menggunakan sel telur dari “kerabat”nya, great barred frog. Pada dasarnya, mereka mengambil sel telur dari spesies yang sejenis, mematikannya, dan kemudian ditukar dengan sel telur kodok yang sudah punah tersebut. I don’t know how it works. Fuckin’ science, man.

Walau hanya berhasil mencapai tahap embrio, mereka mengkonfirmasi bahwa embrio tersebut memuat informasi genetika milik kodok unik tersebut. Mereka yakin bahwa kendala menumbuhkan kodok ini hingga dewasa merupakan kendala “teknis, dan bukan biologis.” Jelas jika proyek ini berhasil maka kita akan selangkah lebih dekat untuk bisa menikmati Jurrasic Park.