Image

Valve's Console?

Rumor ini berawal dari sebuah tweet “orang dalam” Valve, Greg Coomer, yang menyatakan bahwa ia sedang merakit sebuah┬ámesin berspesifikasi 8 GB RAM, Intel i7, dan GPU Nvidia. Yang menurut saya itu sudah cukup untuk memainkan game sekarang ini.

Date: 3 Nov 2011
Link: https://twitter.com/#!/gregcoomer/media/slideshow?url=pic.twitter.com%2FuVdGOtZq

Tweet: “Built this tiny PC. i7 quad core, 8GB ram, Zotac Z-68 mobo w/ onnboard Nvidia mobile gfx. Runs Portal 2 FAST.”

Hal seperti ini pernah saya pikirkan, dimana masa-masa next-gen console mulai digaungkan gamers. Mereka merasa sudah cukup dengan konsol yang sekarang dan ingin konsol yang lebih futuristic. Terpikirlah oleh saya kenapa tidak ada produsen yang membuat upgradeable console.

Dan saya kaget setelah mendengar rumor ini, karena ini persis seperti dalam benak saya. Valve bisa sukses besar jika berhasil memproduksi konsol ini (jika rumor ini benar). Bagaimana tidak, seorang gamer dapat dengan mudahnya memiliki sebuah gaming PC. Banyak yang berpendapat bahwa ini hanyalah PC rakitan dengan mini-ITX dan dua antenna konyol. Tapi apakah Anda mau mengocek dompet Anda demi membeli sebuah Razer Blade atau Alienware PC yang harganya lebih dari $1000. Jika Valve berhasil menjual konsol ini dengan harga mendekati harga konsol saat ini, tentu akan laku keras.

Tapi ada beberapa masalah dibalik ini. Steam, sebuah service dari Valve untuk menyediakan game secara cepat dan online. Saat ini, user Steam diharuskan untuk mengupdate gamenya jika ingin dimainkan offline. Bagaimana dengan gamer yang memiliki internet terbatas, contohnya seperti di Indonesia. ISP lokal banyak yang menetapkan bandwidth bulanan serta kecepatan internet yang terbatas. Mengunduh sebuah game seperti Mass Effect 3 yang berukuran 15 GB akan menjadi masalah.

Namun ide dari Valve ini turut di acungi jempol, karena ini dapat mengubah cara kita bermain game. Dengan adanya Steam, upgradeable console, dan mungkin saja unix OS dari Valve, It’s already blown my mind. Namun ini masih berupa rumor, masih belum ada kepastian dari pihak Valve, so stay tune.

—————————————————————————————–

Editor’s note: Ya, berita ini memang cukup mengejutkan. Entah apa ini bakal menjadi tren di kedepannya, layaknya layanan Steam mereka. Yang kemudian diikuti oleh Origin. Bagaimana masa depan dunia game, apakah kita akan bersatu dibawah bendera sebuah-mesin-untuk-bersama atau justru kita akan semakin terpecah-belah?

—————————————————————————————

Sumber : 4logpc, Kotaku