kay guys, sudah cukup lama saya belum menulis review.

Kali ini saya akan membahas game Alan Wake, game action-thriller yang tadinya akan keluar untuk PC dan Xbox tapi akhirnya versi PC-nya dibatalkan.

Game ini bercerita mengenai petualangan seorang penulis novel, Alan Wake, yang sedang berlibur kesebuah kota kecil bernama Bright Falls bersama istrinya, Alice, setelah ia mengalami writer’s block (kondisi dimana seorang penulis tidak dapat menulis cerita dan bisa bertahan selama bertahun-tahun). Namun, tidak lama, Alice menghilang dan Alan menemukan lembaran-lembaran kertas yang bercerita mengenai pertempuran antara cahaya dan kegelapan. Sebuah novel yang dia bahkan tidak ingat kapan pernah menulisnya.

Penuturan cerita dalam Alan Wake merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh game ini. Cerita dari Alan Wake dibagi dalam 6 chapter, dan tiap-tiap chapter (walaupun Anda akan seringkali bertualang di area hutan) tetap memberikan nuansa baru dan akan tetap membuat Anda berusaha untuk menyelesaikan chapter-chapter yang tersedia. Dan setiap kali chapter baru dimulai, akan ada sedikit ringkasan mengenai chapter sebelumnya, serasa menonton sebuah film seri pendek. Tiap kali chapter selesai pun Anda akan disuguhi sebuah credit sequence lengkap dengan OST yang berbeda-beda tiap chapter.

Grafik dalam Alan Wake sangat memukau lengkap dengan efek pencahayaan

yang memang menjadi salah satu “senjata” dalam game ini, walaupun kadang animasi karakter terasa agak kaku terutama pada saat cutscene. Lingkungan yang kita lihat selama permainan terasa nyata dan hidup terutama pada bagian pencahayaan karena cahaya merupakan salah satu aspek utama dalam Alan Wake, baik sebagai sebuah senjata maupun dalam cerita.

Selama permainan, pemain juga akan menemukan lembaran-lembaran manuscript dari novel nya yang menambah latar belakang tempat dan juga karakter maupun hal-hal yang akan dan maupun telah terjadi sehingga menambahkan semacam “dorongan” untuk mencarinya lebih lanjut.

Dalam permainan, Alan Wake akan seringkali ditemani dengan sebuah senter

dan beberapa senjata pelengkap lain. Musuh dalam Alan Wake, yang disebut sebagai The Taken, merupakan penduduk Bright Falls yang telah “dirasuki” kegelapan, sehingga untuk mengalahkannya, bayangan yang menyelimuti

mereka harus dimusnahkan dahulu secara literal, menggunakan senter tersebut, baru ditembak. Terkadang lingkungan pun bisa membantu untukmenghemat peluru seperti menjatuhkan mereka ke jurang, didorong ke kabel listrik, dan sebagainya. Combat mechanic dalam game ini juga nggak ribet-ribet amat. Walaupun tanpa crosshair, cahaya dari senter bisa dibilang menggantikan fungsi crosshair.

Karakter-karakter yang muncul dalam Alan Wake walaupun tidak banyak, tetapi cukup efektif dan perkembangan karakter juga cukup menarik untuk diikuti. Yang menurut saya paling menarik adalah agen nya Alan, Barry, yang menjadi penghangat suasana dengan aksi-aksinya yang cukup lucu.

Overall, Alan Wake merupakan salah satu game yang memorable dan wajib dibeli bagi pengguna Xbox 360.

Bye for now, and don’t forget to take a break!

———————————————————–

Score:

Gameplay: 8.0 (Cukup fast-paced dan nggak repot)

Graphic: 9.0 (Lighting-nya dewa!)

Story: 8.0 (Cukup seru untuk diikuti)

Music & Sound: 8.5 (Agak nggak kerasa tapi tetap membangun mood)

Replay Value: 7.5 (Asik sih, cuman males juga ngulang…)

Overall: 9.0 (Keren bro!)