Wadoeh! Nggak kerasa udah tanggal 22 November!! Well, enough talking, let’s gaming!

Kali ini saya akan membahas game Perang Dunia II teranyar dari Activision dan Treyarch, “Call of Duty 5: World at War“. Menggunakan engine dari Call of Duty 4: Modern Warfare, game ini kembali menggunakan latar belakang Perang Dunia ke-2.

Kembalinya CoD menjadi PD II bukan berarti mengurangi kualitas cerita maupun grafik, gameplay, dan sebagainya. Justru dengan kembalinya ke PD II, kita dapat melihat bagaimana jalannya medan pertempuran pada jaman dahulu, itung-itung belajar sejarah…

Dengan “jalan cerita” yang kurang lebih sama, yaitu terfokus pada 2 orang karakter utama dari pihak Sekutu: Private Miller dari Amerika, dan Private Petrenko dari Uni Soviet. Kenapa saya bilang “kurang lebih sama”? Karena seperti pada CoD 4, setelah 1 atau 2 stage, maka sudut pandang cerita permainan akan berubah. Yang

tadinya bermain sebagai tentara Amerika, maka akan memainkan tentara Soviet. Begitu pula sebaliknya.

Setting yang digunakan pun berbeda dari sebelum-sebelumnya, terutama saat memainkan Pvt. Miller. Mengapa? Karena, jika biasanya di game-game PD II kita bertempur melawan pasukan Nazi Jerman di Front Barat, maka kali ini kita akan bertempur melawan pasukan-pasukan Jepang di Front Timur! Dan seperti yang kita ketahui, saat PD II, pasukan Jepang seringkali menggunakan strategi perang yang sangat amat “berani“. Dan salah satu contohnya yaitu strategi “Kamikaze” yang dipakai oleh para penerbang pesawat tempur Jepang untuk menghancurkan kapal-kapal tempur Sekutu dalam upaya terakhir mereka. Yah, walaupun kita memang tidak langsung “merasakan” hantaman pesawat-berbom-dalam-kecepatan-tinggi itu, tetapi strategi yang digunakan pasukan infantry-nya kurang lebih sama. Dalam game ini, teman-teman NPC kita sering memanggilnya sebagai “Banzai Charge“, karena saat mereka berlari kearah kita/teman kita dengan menghunuskan bayonet tajamnya, mereka berteriak: “BANZAAIII!!“.

Selain Banzai Charge tersebut, karena medan pertempuran di Jepang dipenuhi pepohonan dan rumput-rumput tebal, kadang-kadang ada beberapa musuh yang bersembunyi disana. Dan yang dimaksud disana yaitu including pepohonan. Yep, ada sniper yang bersembunyi diatas pohon dan bersiap meng-headshot Anda yang tidak hati-hati!

Waduh! Baru ngebahas tentang pasukan Jepang saja sudah sepanjang itu…

Sekarang ada misi pesawatnya, lho!!

Selain strategi-strategi berbahaya Pasukan Jepang, AI pasukan Nazi Jerman pun sudah diperbaharui. Sekarang mereka akan menjatukan rak buku ketika mereka tidak menemukan cover, dan beberapa fitur-fitur baru. Belum lagi jika musuh belum benar-benar mati, maka mereka akan melakukan “Last Stand”, fitur baru yang ada pada permainan multi-player CoD 4. Dengan banyaknya strategi baru, maka kita dipaksa untuk tidak langsung bermain frontal dan membuat kita harus menggunakan strategi baru pula dalam bermain. Untuk membantu hal tersebut, maka dimunculkanlah senjata-senjata baru (yang memang terdaftar pada PD II) dalam game ini.

Berbicara dengan senjata baru, baru sekitar… 3 stage kalau tidak salah, mata saya langsung terbelalak ketika tangan Pvt. Miller memegang sebuah… Flamethrower!! Oh, -BLAM!- man!!! Langsung saja saya bakar musuh-musuh yang menghadang! Dan, tidak lama kemudian… saya mati berkali-kali karena selalu melakukan serangan frontal menggunakan Flamethrower. Mau gimana lagi? Jarak serang Flamethrower tidak begitu jauh. Selain Flamethrower, muncul banyak senjata-senjata baru, terutama senjata pasukan Jepang dan Soviet karena sekarang mereka lebih diekspos. Tidak seperti dulu, senjata berat jarang muncul, terutama senjata peluncur RPG seperti: Bazooka maupun Panzerschreck. Tapi sekalinya dapat, musuh yang dihadapi pasti sangat banyak.

Wii version… No wonder– No Offense, ok?!

Ngomongin tentang senjata, kembali ke Flamethrower (capek juga nulisnya…) sebentar. Apa kegunaan Flamethrower? Untuk membakar musuh. Yak, jawaban yang sangat pintar, in a bad way… Emang cuman bisa buat ngebakar orang doang? Dasar… ngg… nggak tau deh, antara sadis atau tolol… Berarti bisa bakar benda lain? o0o0, biso, biso! Seperti yang telah saya katakan diatas, pasukan Jepang ada yang bersembunyi dipohon dan rumput. Curiga dengan keadaan yang tenang? BAKAR AJA!!! Ah, paling efeknya cuman– Wetetetet! Jangan salah! Yah, walaupun kalau kena rumput paling gosong doang. Tapi kalau kena pohon? o0o0o, Global Warming… Begitu pula kalau kena orang, maka seluruh tubuhnya akan gosong! Yah, walaupun memang nggak jadi item, tapi efek yang ditimbulkannya itu lo! Hhh, merinding ngeliatnya!

Selain Flamethrower, Machine Gun (bukan SMG!) juga dapat memberikan efek yang cukup mengerikan! Seperti tangan yang coplok, kaki yang hilang, kepala yang putus… Begitu pula dengan granat. Kalau RPG Launcher? Wah, nda tau ya. Jarang nongol sih!

Intinya, grafis game ini sangat… MAKNYUSSS!! Selain grafis, Lagu-lagu yang disuguhkan pun dapat memacu adrenalin kita! Suara-suara senjatanya pun, seperti biasa… RE-AL-IS-TIS!! Kool-Aid, man!! (Yeah!) Teriakan-teriakan prajuritpun dapat membuat kita serasa di medan pertempuran yang bukan di Medan.

Selain itu, ada mini-game baru! Kalau di CoD 4, begitu tamat kita akan diberi misi penyelamatan sandera di pesawat Air Force One, maka kali ini misi survival berjudul… NAZI ZOMBIE!!!

Sgt. Reznov. Salah satu NPC utama.

Bagaimana gameplay-nya? Ngg, kita akan berada disebuah bangunan yang sudah hancur, dengan sedikit barikade yang melindungi kita dari dunia luar. Masalah pertahanan diri? Pertama kita akan disuguhi sebuah pistol… apa ya? Lupa gw namanya. Yah, pistol dan poin yang bernilai 500. Kita dapat membeli senjata yang tergambar ditembok dengan poin. Begitu pula dengan membetulkan barikade dan membuka area baru. Dan cara menambah poin yaitu dengan menembaki para pasukan Zombay-jijay-bajaj yang akan memasuki gedung tersebut!! Takut? Jangan khawatir, saya juga takut– Maksud saya yaitu, Anda dapat bermain Co-Op! Selain multi-player dan Nazi Zombie, Story Mode pun dapat dimainkan dengan fitur Co-Op tersebut! Aaziiik ye!

Tapi di dunia ini tidak ada yang sempurna… termasuk sebuah game sekeren CoD.

Saya akan sebutkan hal-hal yang masih kurang dalam game FPS perang:

Tidak bisa bermain sebagai Nazi Jerman di Story Mode!! So typical !!, Co-Op Story Mode kalau mau maen ber-4 harus OnLine!! Pikirkan orang Indonesia!! (WTC– Eh, WTF?!), dan… ng… Yah, segitu dulu kayaknya…

Well, segitu sajalah review kali ini! Bye for now, and don’t forget to take a break!

———————————————————————————–

Score:

3/5 = Biasa – Mungkin memiliki premis dan ide yang menarik atau sedikit perbaikan di beberapa aspek dapat membuatnya lebih solid, tapi secara keseluruhan game ini nggak jelek tapi juga nggak bisa dibilang bagus.